Jumat, 09 November 2012

Pripyat, Kota Mati dan Angker Yang Ditinggal Penghuninya

Kota mati yang ditinggal penghuninya tidak hanya ada di film. Di dunia nyata, ada beberapa kawasan yang dulunya merupakan kota yang indah, tetapi karena suatu hal, ditinggal begitu saja oleh warganya.
Salah satu kota itu bernama Pripyat, terletak di Ukraina Utara (dulunya Rusia). Pripyat menjadi saksi bisu tragedi bocornya reaktor nuklir Chernobyl. Karena kejadian tersebut, kota yang awalnya merupakan daerah makmur dan kaya, menjadi daerah mati tak terawat. Termasuk, cerita-cerita horor di dalamnya.


Di tahun 1970, saat Rusia sedang gencar membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Pripyat berdiri. Kota ini adalah sebuah kawasan yang pada awalnya ditujukan sebagai tempat tinggal bagi para pegawai PLTN Chernobyl.
 


Berbagai sarana dibangun, mulai dari perumahan, apartemen, rumah sakit, taman bermain, stadion olahraga, museum, sekolah dan sebagainya. Sebagai negara yang saat itu sedang menjadi sorotan perkembangan nuklir, kawasan Pripyat dibangun dengan indah dan megah, sebagai pendamping bangunan PLTN Chernobyl yang terletak di sana.
 


Tahun 1979, kota Pripyat diresmikan. Semua berjalan normal dan damai. Warga yang tinggal di kota tersebut menikmati berbagai fasilitas yang ada. Hingga pada suatu malam, tepatnya tanggal 26 April 1986, salah satu reaktor nuklir di PLTN Chernobyl.

 

Hal paling parah dalam tragedi tersebut adalah radiasi nuklir yang sangat berbahaya menyebar ke seluruh kota. Hampir 50.000 jiwa menjadi korban, ratusan orang terkena radiasi nuklir dan ribuan warga Pripyat diungsikan ke daerah lain.


Tahun 1979, kota Pripyat diresmikan. Semua berjalan normal dan damai. Warga yang tinggal di kota tersebut menikmati berbagai fasilitas yang ada. Hingga pada suatu malam, tepatnya tanggal 26 April 1986, salah satu reaktor nuklir di PLTN Chernobyl.

 

Hal paling parah dalam tragedi tersebut adalah radiasi nuklir yang sangat berbahaya menyebar ke seluruh kota. Hampir 50.000 jiwa menjadi korban, ratusan orang terkena radiasi nuklir dan ribuan warga Pripyat diungsikan ke daerah lain.


Tragedi Chernobyl menjadi salah satu kecelakaan reaktor nuklir paling parah sepanjang sejarah. Tragedi tersebut otomatis menjadikan kota Pripyat sebagai kawasan tanpa penghuni. Keluarga-keluarga yang meninggalkannya tidak sempat membawa barang apapun. Hanya dokumen yang boleh dibawa, itupun dengan syarat tidak terkena radiasi nuklir.

 

Setelah ditinggal penghuninya, kota Pripyat tidak ada yang menyentuh atau merawatnya. Semua barang berharga yang tertinggal tidak tersentuh. Dari tahun ke tahun, beberapa orang menjarah barang-barang berharga yang masih tersisa di kota Pripyat. Sisanya, tidak ada yang mau menjamah kota ini. 


Taman bermain, rumah sakit, stadion dan berbagai bangunan semakin dimakan usia. Dari foto-foto yang ditampilkan, Anda dengan mudah melihat pohon yang menjulang tinggi. Karat menggerogoti besi-besi bangunan dan kapal yang ditinggal. Atap-atap bangunan terlepas.

 

Beberapa mainan menunjukkan bahwa dulu ada anak-anak yang bermain dengan riang gembira di kota ini. Sayangnya, sudah tak ada canda tawa itu, berganti menjadi suasana yang senyap dan mati. Anda dengan mudah menemukan masker yang dipakai para pekerja PLTN atau relawan tragedi Chernobyl berserakan di sana.


Sebagai kawasan yang telah menelan banyak korban jiwa, tidak mengherankan jika cerita-cerita misteri mewarnai kesunyian kota Pripyat. Konon, suara-suara misterius atau tangisan menyayat hati sering terdengar di antara bangunan-bangunan yang ada. Suara tersebut dikabarkan berasal dari korban tragedi Chernobyl yang meninggal.

 

Dengan kondisi tidak terawat, masa lalu yang menyimpan tragedi nuklir terburuk di dunia, dan cerita seram yang berkembang, tidak mengherankan jika kota Pripyat menjadi salah satu kota paling menyeramkan di dunia. 


Tragedi nuklir tidak hanya menjadi tragedi yang selesai dalam setahun atau dua tahun. Reaksi radiasi yang diakibatkan tragedi Chernobyl masih terjadi beberapa tahun setelahnya. Bayi-bayi lahir cacat, kelainan genetika, kelumpuhan dan semua efek berbahaya dari radiasi nuklir membuat banyak orang mengelus dada.

 

 Beberapa orang yang mengunjungi kota Pripyat meninggalkan beberapa goresan grafiti. Sebuah sindiran bahwa kota ini seharusnya masih memiliki kehidupan, seandainya orang-orang berwenang mau menghargai nyawa manusia dan memberi perlindungan lebih pada mereka.

 

Seperti apapun kondisi kota Pripyat saat ini, semoga tragedi yang sama tidak terulang kembali, di daerah manapun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar